ma ziltu tholiban



SIKMA 2018
“STUDI ISLAM KEPEMIMPINAN DAN MANAJERIAL”

Kode: 21 20 99



Share:
Read More

IT Telkom Surabaya

Organisasi Mahasiswa


Klik Disini : 40 37 90
Share:
Read More
, , , , , ,

Membangun Moralitas, Memegang Peradaban Dunia

Membangun Moralitas, Menggenggam Peradaban Dunia

menti.com
92 21 77
Indonesia saat ini tengah dihantui oleh berbagai macam kegiatan yang menghancurkan moralitas bangsa. Tak peduli di bagian mana, secara intens kerusakan moral telah terpampang jelas disetiap sudut kehidupan. Ketika siswa-siswa di sekolah sedang hobi pergi ketempat dugem, disaat remaja dewasa dengan bebasnya mengkonsumsi narkoba, dan disaat aparat pemerintah secara sistematis membodohi hukum yang ada di Indonesia. Masyarakat pun bertanya, sebenarnya apakah ada yang salah dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia.
Menurut Dr Hamid Fahmi Zarkasy, jika orang mencari kesalahan tuduhan pertama tentu mengarah pada pendidikan sekolah. Tapi pihak sekolah pasti akan mengkritik pendidikan orang tua. Orang tua pun merasa tidak berdaya melawan pengaruh kehidupan masyarakat yang rusak. Seperti sebuah lingkaran, orang tidak segera menemukan sebab awalnya.

Banyak sekali formulasi yang dirumuskan guna memperbaiki sistem yang ada. Mulai dari pendidikan berkarakter hingga revolusi mental. Rasanya semua sia-sia, karena sejatinya bangsa Indonesia semata-mata hanya berkiblat pada peradaban barat. Peradaban yang serba relatif, tanpa ada pegangan kuat tentang arti kebenaran dan kebaikan. Dapat diambil contoh sederhana, dalam UU Nomer  20 tahun 2003 dijelaskan secara gamblang bahwasannya tujuan pendidikan nasional mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dari pasal tersebut ternyata aplikasi nya tidaklah seindah kalimat yang termaktub. Bahkan untuk masuk perguruan tinggi pun, agama sama sekali tidak menjadi tolok ukur diterimanya calon mahasiswa.

Menurut Tiar Anwar Bachtiar, Peradaban memang erat kaitan dengan pencapaian segala hal yang terlihat oleh mata telanjang. Namun tidak sedikit yang lupa bahwa peradaban justru tegak di atas fondasi tak kasat mata, yaitu komitmen pada moralitas. Saat peradaban itu tegak dan bertumbuh, barangkali moralitas terabaikan untuk dilihat mengingat hal-hal kasat mata segera memenjarakan setiap orang yang melihatnya. Banyak orang baru tersadar bahwa moralitaslah fondasi dari kokohnya peradaban saat peradaban sudah runtuh. Keruntuhan peradaban selalu bersamaan dengan kisah penyelewengan moral tingkat tinggi.

Jangan pernah berharap menggenggam peradaban dunia sebelum permasalahan moral ini terselesaikan. Tidak bisa menyalahkan pihak-pihak tertentu, ini adalah tanggung jawab bersama sebagai bangsa Indonesia. Perjuangan para pahlawan jangan sampai luntur akibat permasalahan ini. Jika negara tak kunjung menyelesaikan, maka bersiaplah akan kehancuran peradaban di Indonesia.

Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan justru bukan berasal dari luar Indonesia. Ketika kerusakan moral telah mewabah, seharusnya dapat dilihat kembali proses sejarah Indonesia dalam membangun moralitas. Bagaimana guru-guru para pahlawan mengajari mereka rasa cinta tanah air yang dibalut dengan akhlaq mulia. Serta bagaimana melatih kesabaran para pahlawan selama lebih dari 300 tahun bertahan untuk menjaga keutuhan tanah air Indonesia. Mari bersama-sama belajar dari masa lalu untuk mengembalikan kembali moralitas anak bangsa.
Share:
Read More

PKKMB Universitas Airlangga (Jiwa Corsa)

mentimeter.com

Password: 42 85 78

Share:
Read More

PKKMB Universitas Airlangga (BEM UNAIR)

mentimeter.com

Password: 39 60 09

Share:
Read More
, , , , , , , , ,

PKKMB AMERTA, Diantara Cita-cita dan Realita






Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru atau PKKMB merupakan serangkaian kegiatan yang mengenalkan mahasiswa baru terkait kehidupan kampus baik ditingkat jurusan, fakultas, hingga universitas. PKKMB Universitas atau yang sering disebut dengan PKKMB AMERTA adalah kegiatan ditingkat universitas yang bertujuan untuk menanamkan cinta almamater Universitas Airlangga kepada mahasiswa baru. Namun keberadaan PKKMB AMERTA terkadang menjadi delik permasalahan yang terus menjadi perdebatan setiap tahunnya. Kegiatan dengan panitia terbanyak ini selalu menjadi sorotan ketika memasuki ajang kaderisasi bergengsi mahasiswa dilingkungan Universitas Airlangga.

Perjalanan PKKMB AMERTA telah menginjak usia yang ke 5 tahun sejak tahun 2014 pertama kali dilaksanakan. Proses disetiap tahunnya selalu mempunyai cerita masing-masing. AMERTA 2016 (belum menjadi PKKMB AMERTA) mengajarkan kepada seluruh panitia AMERTA tentang kesiapan, kedisiplinan, ketangguhan, serta kesabaran dalam menghadapi perubahan konsep yang terjadi. Ditambah lagi keadaan Badan Eksekutif Mahasiswa saat itu sedang terjadi permasalahan internal yang berakibat pada hubungan koordinasi panitia PKKMB AMERTA dengan semua pihak luar. Terlebih, saat itu banyak sekali pihak-pihak pemangku kebijakan yang masih belum memahami urgensi kegiatan AMERTA.

Dari hal itu, AMERTA 2016 belum mendapatkan legalitas kegiatan secara resmi oleh pihak Rektorat, sehingga banyak sekali fakultas yang menanyakan urgensi kegiatan tersebut seperti apa. Ditahun ini pencapaian terbesar panitia adalah mampu mengundang Ibu Khofifah selaku Menteri Sosial yang juga alumni FISIP Universitas Airlangga dalam kegiatan penutupan AMERTA Sanjivani. Kehadiran Gubernur Jatim terpilih itu ke Universitas Airlangga adalah hal yang sangat langka. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan AMERTA juga mempunyai peran penting dalam membangun sinergitas alumni.

Perkembangan yang terlihat sangat signifikan pada tahun 2017 yakni diberikannya legalitas kegiatan PKKMB AMERTA dengan SK Rektor serta mulai adanya koordinasi pembahasan konsep AMERTA secara terintegrasi yang melibatkan setiap perwakilan fakultas.  Meski demikian, kondisi tersebut belum mengubah banyak hal, termasuk anggaran kegiatan. Dalam hal penganggaran kegiatan pun, masih ada beberapa kendala yang menyebabkan panitia harus lihai dalam mengatur keuangan.

Dibalik tantangan itu, PKKMB AMERTA 2017 telah melahirkan paradigma baru bahwa kegiatan OSPEK universitas jauh dari kegiatan perpeloncoan dan lain sebagainya. AMERTA Candradimuka adalah langkah kongkrit panitia dalam melahirkan calon generasi bangsa yang mampu berfikir kritis dalam menanggapi isu kebangsaan. Sedangkan AMERTA ABISEKA merupakan kegiatan inagurasi serta apresiasi tertinggi yang diberikan kepada mahasiswa baru karena telah menjalani serangkaian kegiatan PKKMB. Kegiatan AMERTA ABISEKA terbukti ampuh membawa energi positif ketika Piu Padi seorang alumni UNAIR membawakan beberapa lagu untuk mahasiswa baru.

Tentu salah satu tujuan kegiatan AMERTA yakni untuk mendekatkan mahasiswa baru dengan alumni UNAIR. Teriakan “Ospek Lagi, Ospek Lagi, Ospek Lagi” membuat hampir seluruh panitia menangis betapa perjuangan mereka telah terbayarkan karena antusias dari mahasiswa baru yang begitu tinggi. Tujuan-tujuan lain seperti menanamkan cinta tanah air, cinta almamater merupakan cita-cita yang harus diwujudkan dan didukung oleh seluruh pihak universitas.

Realita yang terjadi pada tahun 2018 tentu berbeda dengan realita PKKMB AMERTA pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini ada pengurangan alokasi waktu yakni 1 hari, dari total 10 hari secara keseluruhan ditahun lalu menjadi 9 hari ditahun ini. Perubahan yang terlihat sederhana justru menghasilkan beberapakali kendala antara seluruh elemen didalamnya yakni ormawa seluruh universitas dengan pihak pemangku kebijakan. Beruntung semua pihak mau mencari solusi atau jalan tengah atas permasalahan ini. Dengan demikian kegiatan AMERTA 2018 didukung oleh seluruh ormawa di unair.

Namun lagi-lagi permasalahan utama yang selalu menjadi kendala adalah waktu, mepetnya seluruh kesepakatan yang telah terjadi mengakibatkan perubahan konsep AMERTA beberapa kali. Sedangkan dengan waktu yang tersisa panitia harus berfikir cepat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan teknis seperti perlengkapan konfigurasi, persiapan dekorasi, dan lain sebagainya. Kegiatan yang mempunyai cita-cita mulia ini terkadang masih jauh dari realita yang diharapkan. Ketidakcermatan dalam melihat pola permasalahan yang terjadi beberapa tahun terakhir adalah PR besar bagi pihak pemangku kebijakan.

Keberpihakan civitas akademika kepada AMERTA sangatlah diperlukan. Dukungan dari semua pihak tentu akan memudahkan panitia AMERTA untuk membuat realita kegiatan yang sama persis dengan cita-cita yang diinginkan. Berbagai kegiatan ospek diuniversitas lain cukuplah menjadi motivasi dan trigger bagi seluruh pihak untuk merasa memiliki kegiatan AMERTA. Semoga AMERTA ditahun ini dan tahun selajutnya dapat melahirkan ksatria-ksatria terbaik Universitas Airlangga yang siap melahirkan karya-karya penelitian, prestasi akademik dan non akademik yang membanggakan Airlangga dan Indonesia. AIRLANGGA TETAP KAU JAYA !!!

Share:
Read More