ma ziltu tholiban

, , , , , ,

Membangun Moralitas, Memegang Peradaban Dunia

Membangun Moralitas, Menggenggam Peradaban Dunia

menti.com
92 21 77
Indonesia saat ini tengah dihantui oleh berbagai macam kegiatan yang menghancurkan moralitas bangsa. Tak peduli di bagian mana, secara intens kerusakan moral telah terpampang jelas disetiap sudut kehidupan. Ketika siswa-siswa di sekolah sedang hobi pergi ketempat dugem, disaat remaja dewasa dengan bebasnya mengkonsumsi narkoba, dan disaat aparat pemerintah secara sistematis membodohi hukum yang ada di Indonesia. Masyarakat pun bertanya, sebenarnya apakah ada yang salah dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia.
Menurut Dr Hamid Fahmi Zarkasy, jika orang mencari kesalahan tuduhan pertama tentu mengarah pada pendidikan sekolah. Tapi pihak sekolah pasti akan mengkritik pendidikan orang tua. Orang tua pun merasa tidak berdaya melawan pengaruh kehidupan masyarakat yang rusak. Seperti sebuah lingkaran, orang tidak segera menemukan sebab awalnya.

Banyak sekali formulasi yang dirumuskan guna memperbaiki sistem yang ada. Mulai dari pendidikan berkarakter hingga revolusi mental. Rasanya semua sia-sia, karena sejatinya bangsa Indonesia semata-mata hanya berkiblat pada peradaban barat. Peradaban yang serba relatif, tanpa ada pegangan kuat tentang arti kebenaran dan kebaikan. Dapat diambil contoh sederhana, dalam UU Nomer  20 tahun 2003 dijelaskan secara gamblang bahwasannya tujuan pendidikan nasional mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dari pasal tersebut ternyata aplikasi nya tidaklah seindah kalimat yang termaktub. Bahkan untuk masuk perguruan tinggi pun, agama sama sekali tidak menjadi tolok ukur diterimanya calon mahasiswa.

Menurut Tiar Anwar Bachtiar, Peradaban memang erat kaitan dengan pencapaian segala hal yang terlihat oleh mata telanjang. Namun tidak sedikit yang lupa bahwa peradaban justru tegak di atas fondasi tak kasat mata, yaitu komitmen pada moralitas. Saat peradaban itu tegak dan bertumbuh, barangkali moralitas terabaikan untuk dilihat mengingat hal-hal kasat mata segera memenjarakan setiap orang yang melihatnya. Banyak orang baru tersadar bahwa moralitaslah fondasi dari kokohnya peradaban saat peradaban sudah runtuh. Keruntuhan peradaban selalu bersamaan dengan kisah penyelewengan moral tingkat tinggi.

Jangan pernah berharap menggenggam peradaban dunia sebelum permasalahan moral ini terselesaikan. Tidak bisa menyalahkan pihak-pihak tertentu, ini adalah tanggung jawab bersama sebagai bangsa Indonesia. Perjuangan para pahlawan jangan sampai luntur akibat permasalahan ini. Jika negara tak kunjung menyelesaikan, maka bersiaplah akan kehancuran peradaban di Indonesia.

Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan justru bukan berasal dari luar Indonesia. Ketika kerusakan moral telah mewabah, seharusnya dapat dilihat kembali proses sejarah Indonesia dalam membangun moralitas. Bagaimana guru-guru para pahlawan mengajari mereka rasa cinta tanah air yang dibalut dengan akhlaq mulia. Serta bagaimana melatih kesabaran para pahlawan selama lebih dari 300 tahun bertahan untuk menjaga keutuhan tanah air Indonesia. Mari bersama-sama belajar dari masa lalu untuk mengembalikan kembali moralitas anak bangsa.
Share:

No comments:

Post a Comment